Iklaneka

Tuesday, 3 November 2015

10 Nasihat Untuk Muslimah

1. Malu tidak menghalang ilmu jika ia berlandaskan agamamu. Malu juga takkan menghalang kamu dari bercakap benar. 

2. Lihatlah dunia dengan pandangan i'tibar, elakkan dirimu dari memandangnya dengan pandangan kasih dan jauhkan dirimu dari berlumba-lumba mengejarnya.

3. Adakah kamu bersedih kerana kehilangan harta sedangkan kamu tidak bersedih kerana kehilangan umurmu bersama sedikitnya amalmu?

4. Seagung-agung wanita ialah mereka yang sanggup mengorbankan dunianya kerana akhiratnya.

5. Jika kamu tidak redha dengan ketentuan Tuhanmu, bagaimana pula kamu mengharap redha dari-Nya.....?

6. Apabila kamu hendakkan kekhusyu'kan hati, elakkan dirimu dari berlebih-lebihan dengan pandangan matamu.

7. Berhati-hatilah kamu dengan riya' kerana ia adalah seburuk-buruk perosak bagi hatimu yang solehah.

8. Tanamkan semangat jihad dalam diri anakmu, elakkan rumahmu menjadi reban ayam yang hanya menggemukkan penghuninya untuk di sembelih musuh Allah! Jadikanlah ia umpama kandang singa yang bakal melahirkan penegak Kalimatullah.

9. Hayatilah kalam isteri pejuang yang di penjara, apabila di tanya bagaimana sara hidup mereka selepas ini katanya ," Aku mengenali suamiku sebagai pembawa rezeki kepadaku tapi dia bukanlah pengurnia rezeki buatku".

10. Jika benar jiwamu takut kepada Allah, pasti hatimu tidak akan takut kepada kematian dan kefakiran. " 

Wednesday, 27 August 2014

Amanah Dan Janji

''Tidak ada iman bagi orang yang tidak memiliki amanah dan tidak ada agama bagi orang yang tidak memegang janji.'' (HR Ahmad dan Al-Bazzaar). Hadis di atas, walaupun pendek, syarat makna. Rasulullah SAW mengisyaratkan satu hal yang penting, yaitu tidak ada iman bagi orang yang tidak memiliki amanah. Hal ini disampaikan agar kita memperhatikan pesan Rasulullah dan kita wajib menunaikan amanah kepada yang berhak. Diperintahkan Allah SWT dalam firman-Nya, ''Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya ....'' (QS An-Nisaa': 58).

Ini berarti bahwa yang diperintahkan Allah kepada kita adalah bukti iman, sedangkan lawannya, yaitu mengkhianati amanah, merupakan bukti kemunafikan. Dinyatakan dalam sebuah hadis, ''Ada empat hal, jika keempat-empatnya terdapat pada diri seseorang, berarti dia benar-benar murni seorang munafik, sedangkan orang yang menyimpan salah satunya, berarti terdapat pada dirinya salah satu tanda orang munafik, sampai ia meninggalkannya. Jika diberi amanah ia berkhianat, jika bicara ia berdusta, jika berjanji ia ingkar, dan jika bermusuhan ia keji.'' (HR Bukhari dan Muslim). Memenuhi janji merupakan syarat asasi bagi keberadaan iman dalam hati seorang hamba, sebagaimana disinggung dalam firman Allah mengenai sifat orang-orang mukmin, ''Dan orang-orang yang memelihara amanah-amanah yang (dipikulnya) dan janjinya.'' (QS al-Israa': 34).

Dalam ayat lain, ''Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpahmu itu, sesudah meneguhkannya, sedangkan kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah-sumpahmu itu) ....'' (QS An Nahl: 91).

Dari dua ayat di atas, hendaknya kita menunaikan amanah dan menepati janji agar kita menjadi kaum mukminin sejati. Ingatlah akan firman Allah SWT, ''(Yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang merugi.'' (QS Al-Baqarah: 27).

Kita harus memulai dari diri kita untuk menunaikan amanah itu agar terhindar dari sifat munafik yang disebutkan dalam hadis di atas. Wallahu a'lam bish shawab.

Wassalam ! 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...